Musik bisa menjadi teman bagi siapa saja. Mendengarkan musik bisa membuat orang bersemangat, senang atau bahkan galau. Musik juga dapat membantu Anda mengubah hidup menjadi lebih baik, lebih terkendali, lebih sehat dan lebih bahagia. Manusia pada umumnya suka mendengarkan musik. Namun sebagian besar dari mereka tidak menyadari bahwa musik yang mereka dengarkan dapat mempengaruhi tubuh dan pikiran mereka.

Musik adalah suatu bentuk seni atau hiburan yang mengandung irama dan keharmonisan, serta musik adalah sebuah fenomena yang sangat unik yang bisa dihasilkan oleh beberapa alat musik. Namun nyatanya, musik tak hanya sekedar hiburan semata, jika digunakan sebagai terapi musik, musik bisa memberikan manfaat kesehatan dan kecerdasan bagi kita.

Nah, di artikel ini kita akan membahas soal terapi musik. Apa itu? Gunanya apa? Daripada penasaran, langsung aja yuk simak ulasannya di bawah ini…

Mengenal Terapi Musik

Terapi Musik terdiri dari dua kata, terapi dan musik. “Terapi” adalah serangkaian upaya yang telah dirancang sedemikian rupa dalam proses penyembuhan. Kata “musik” digunakan untuk menjelaskan media yang digunakan dalam pelaksanaan terapi. Jadi, terapi musik dapat diartikan sebagai serangkaian upaya yang telah dirancang sedemikian rupa dalam proses penyembuhan penyakit/masalah seseorang dengan menggunakan alat musik sebagai media utama. Dengan bantuan musik, klien diharapkan mampu berimajinasi tentang berbagai macam hal yang menyenangkan maupun memikirkan ketakukatannya, sesuai kebutuhan penyembuhan klien tersebut.

Terapi musik bertujuan untuk mengembangkan potensi, mengembalikan fungsi individu sehingga tercapai integrasi intra-interpersonal yang lebih baik, sehingga tercapai kualitas hidup yang lebih baik melalui pencegahan, rehabilitasi atau pengobatan.

Salah satu figur yang paling berperan dalam terapi musik di awal abad ke-20 adalah Eva Vescelius yang banyak mempublikasikan terapi musik lewat tulisan-tulisannya. Ia percaya bahwa objek dari terapi musik adalah melakukan penyelarasan atau harmonisasi terhadap seseorang melalui vibrasi. Demikian pula dengan Margaret Anderton, seorang guru piano berkebangsaan Inggris, yang mengemukakan tentang efek alat musik (khusus untuk pasien dengan kendala psikologis) karena hasil penelitiannya menunjukkan bahwa timbre (warna suara) musik dapat menimbulkan efek terapeutik.

Bagaimana Cara Kerja Terapi Musik?

Musik diproses oleh seluruh area otak, lalu musik mengakses dan menstimulasi area-area otak yang mungkin tidak dapat diakses oleh modalitas lainnya. Bagian-bagian otak yang dapat terpengaruh oleh musik yaitu:

  • Orbitofrontal Cortex (perilaku sosial)
  • Prefrontal Cortex (menjelaskan dan menyelesaikan masalah)
  • Anterior Cingulate Cortex (emosi dan pembelajaran berbasis motivasi)
  • Amygdala (pengolahan sosial, emosional, dan memori)
  • Basal Ganglia (kontrol motorik)
  • Hippocampus (pembelajaran dan memori spasial)
  • Auditory Cortex (pendengaran)
  • Broca’s Area (produksi ujaran)
  • Motor Cortex (gerakan sukarela)
  • Sensory Cortex (sentuhan dan sensasi lainnya)
  • Wernicke’s Area (pemahaman ujaran)
  • Angular Gyrus (fungsi bahasa kompleks)
  • Visual Cortex (penglihatan)
  • Cerebellum (koordinasi, keseimbangan, dan memori motorik)
  • Brainstem (fungsi vital tubuh dan input sensorik)

Apa Semua Jenis Musik Bisa Dijadikan Terapi?

Pada dasarnya hampir semua jenis musik bisa digunakan untuk terapi musik. Namun kita harus tahu pengaruh setiap jenis musik terhadap pikiran. Setiap nada, melodi, ritme, harmoni, timbre, bentuk dan gaya musik akan memberi pengaruh berbeda kepada pikiran dan tubuh kita. Dalam terapi musik, komposisi musik disesuaikan dengan masalah atau tujuan yang ingin kita capai.

Musik memiliki 3 bagian penting yaitu beat, ritme, dan harmony. Beat mempengaruhi tubuh, ritme mempengaruhi jiwa, sedangkan harmony mempengaruhi roh. Contoh paling nyata bahwa beat sangat mempengaruhi tubuh adalah dalam konser musik rock. Bisa dipastikan tidak ada penonton maupun pemain dalam konser musik rock yang tubuhnya tidak bergerak. Semuanya bergoyang dengan dahsyat, bahkan cenderung lepas kontrol.

Jika hati kita sedang susah, cobalah mendengarkan musik yang indah, yang memiliki irama (ritme) yang teratur. Di luar negeri saja, pihak rumah sakit banyak memperdengarkan lagu-lagu indah untuk membantu penyembuhan para pasiennya. Itu suatu bukti, bahwa ritme sangat mempengaruhi jiwa manusia.

Sedangkan harmony sangat mempengaruhi roh. Jika kita menonton film horor, selalu terdengar harmony (melodi) yang menyayat hati, yang membuat bulu kuduk kita berdiri.

Well, terapi musik yang efektif pastinya akan menggunakan musik dengan komposisi yang tepat antara beat, ritme dan juga harmony, yang sesuaikan dengan tujuan dilakukannya terapi musik.

Macam-macam Terapi Musik

Dalam dunia penyembuhan dengan musik, dikenal 2 macam terapi musik, berikut:

  • Terapi Musik Aktif

Dalam terapi musik aktif pasien diajak bernyanyi, belajar main menggunakan alat musik, menirukan nada-nada, bahkan membuat lagu singkat. Dengan kata lain pasien berinteraksi aktif dengan dunia musik. Untuk melakukan Terapi Musik katif tentu saja dibutuhkan bimbingan seorang pakar terapi musik yang kompeten.

  • Terapi Musik Pasif

Inilah terapi musik yang murah, mudah dan efektif. Pasien tinggal mendengarkan dan menghayati suatu alunan musik tertentu yang disesuaikan dengan masalahnya. Hal terpenting dalam Terapi Musik Pasif adalah pemilihan jenis musik harus tepat dengan kebutuhan pasien.

Manfaat dari Terapi Musik

Ada banyak sekali manfaat terapi musik. Inilah beberapa manfaat utama terapi musik menurut para pakar:

  • Meningkatkan Motivasi

Motivasi adalah hal yang hanya bisa dilahirkan dengan perasaan dan mood tertentu. Apabila ada motivasi, semangat pun akan muncul dan segala kegiatan bisa dilakukan. Begitu juga sebaliknya, jika motivasi terbelenggu, maka semangat pun menjadi luruh, lemas, tak ada tenaga untuk beraktivitas. Dari hasil penelitian, ternyata jenis musik tertentu bisa meningkatkan motivasi, semangat dan meningkatkan level energi seseorang.

  • Meningkatkan Kecerdasan

Ada istilah yang disebut Efek Mozart untuk menggambarkan efek musik yang memengaruhi tingkat kecerdasan. Ada sebuah penelitian yang dilakukan oleh Frances Rauscher dari Universitas California, dia membuktikan bahwa masa dalam kandungan dan bayi adalah waktu yang paling tepat untuk menstimulasi otak anak agar menjadi cerdas. Hal ini karena otak anak sedang dalam masa pembentukan, sehingga sangat baik apabila mendapatkan rangsangan yang positif.

Ketika seorang ibu yang sedang hamil sering melakukan terapi musik, janin di dalam kandungannya juga ikut mendengarkan. Otak janin pun akan terstimulasi untuk belajar dan memiliki tingkat intelegensi yang lebih tinggi dibandingkan dengan anak yang dibesarkan tanpa diperkenalkan pada musik.

  • Meningkatkan Kekebalan Tubuh

Dr John Diamond dan Dr David Nobel, telah melakukan riset mengenai efek dari musik terhadap tubuh manusia dimana mereka menyimpulkan bahwa “Apabila jenis musik yang kita dengar sesuai dan dapat diterima oleh tubuh manusia, maka tubuh akan bereaksi dengan mengeluarkan sejenis hormon (serotonin ) yang dapat menimbulkan rasa nikmat dan senang sehingga tubuh akan menjadi lebih kuat (dengan meningkatnya sistem kekebalan tubuh) dan membuat kita menjadi lebih sehat”.

  • Pengembangan Diri

Musik ternyata sangat berpengaruh terhadap pengembangan diri seseorang. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa orang yang punya masalah perasaan, biasanya cenderung mendengarkan musik yang sesuai dengan perasaannya, misalnya lagi galau, dengerinnya musik-musik yang sedih. Seseorang bisa mempunyai kepribadian yang diinginkan dengan cara mendengarkan jenis musik yang tepat.

  •  Meningkatkan Kemampuan Mengingat

Dari diskusi tadi, ditekankan juga kalo terapi musik itu bisa meningkatkan daya ingat dan mencegah kepikunan. Ini bisa terjadi karena bagian otak yang memproses musik terletak berdekatan dengan memori, jadi ketika seseorang melatih otak dengan terapi musik, maka secara otomatis memorinya juga ikut terlatih.

Atas dasar inilah terapi musik banyak digunakan di sekolah-sekolah modern di Amerika dan Eropa untuk meningkatkan prestasi akademik siswa. Sedangkan di pusat rehabilitasi, terapi musik banyak digunakan untuk menangani masalah kepikunan dan kehilangan ingatan.

  • Mengurangi Rasa Sakit

Musik bekerja pada sistem saraf otonom yaitu bagian sistem saraf yang bertanggung jawab mengontrol tekanan darah, denyut jantung dan fungsi otak, yang mengontrol perasaan dan emosi. Kedua sistem tersebut bereaksi sensitif terhadap musik. Ketika kita merasa sakit, ada sistem yang rusak, keharmonisan dalam tubuh ada yang terganggu, sehingga kita menjadi takut, frustasi atau marah yang membuat otot-otot kita tegang dan rasa sakitpun menjadi semakin parah.

Mendengarkan musik secara teratur membantu tubuh relaks secara fisik dan mental, sehingga membantu menyembuhkan dan mencegah rasa sakit, secara teratur keharmonisan dalam tubuh akan terbentuk dan membentuk sirkulasi tubuh yang normal. Bahkan dalam proses persalinan, terapi musik berfungsi mengatasi kecemasan dan mengurangi rasa sakit.

  • Kesehatan Jiwa

Ilmuwan asal Arab, Abu Nasr al-Farabi dalam bukunya yang berjudul ”Great Book About Music’‘, mengatakan bahwa musik membentuk rasa tenang, membentuk pendidikan moral, mengendalikan emosi, pengembangan spiritual dan menyembuhkan gangguan psikologis.

Pernyataannya dia itu didasarkan pada penelitian dan pengalamannya yang dibukukan, kemudian dijadikan salah satu acuan untuk pengembangan terapi musik. Terapi musik banyak digunakan oleh psikolog maupun psikiater untuk mengatasi berbagai macam gangguan kejiwaan, gangguan mental atau gangguan psikologis.

  • Meningkatkan Olahraga

Mendengarkan musik selama olahraga dapat memberikan olahraga yang lebih baik dalam beberapa cara, diantaranya meningkatkan daya tahan, meningkatkan mood dan mengalihkan Anda dari setiap pengalaman yang tidak nyaman selama olahraga.

  • Menyeimbangkan Tubuh

Menurut penelitian para ahli, stimulasi musik membantu menyeimbangkan organ keseimbangan yang terdapat di telinga dan otak. Jika organ keseimbangan sehat, maka kerja organ tubuh lainnya juga menjadi lebih seimbang dan lebih sehat.

Bagaimana Musik Bisa Mempengaruhi Tubuh Dan Pikiran?

Musik memang sudah menjadi bagian dan gaya hidup manusia sejak ribuan tahun yang lalu. Selain sudah menjadi gaya hidup, musik juga memiliki banyak sekali manfaat yang bisa dirasakan baik dengan bermain musik atau hanya sekedar mendengarkan musik. Lantas bagaimana cara musik gelombang otak mempengaruhi tubuh dan pikiran manusia?

Jadi seperti ini prosesnya, ketika Anda mulai mendengarkan musik terutama musik gelombang otak, maka selanjutnya telinga akan memproses segala informasi yang didapatkan mulai dari gelombang suara sampai menjadi impuls, sinyal stimulus atau rangsangan. Selanjutnya impuls akan diteruskan pada sistem saraf otak/saraf pusat melalui jalur akson atau saraf auditori dalam bentuk pulsa data digital atau gelombang listrik.

Atas dasar teori neurologi, seorang ilmuan serta peneliti yang bernama Herry Chunagi (1996) dan Siegel (1999) menyatakan bahwa setiap terjadi rangsangan yang diberikan pada otak terutama rangsangan dari musik gelombang otak maka susunan neuron atau sel saraf akan berubah menjadi sirkuit otak, nah stimulasi atau rangsangan yang telah diberikan akan mengintegrasikan setiap susunan neuron yang terpisah menjadi saling terhubung dan bertautan antara satu neuron dengan neuron yang lain. Dan semakin intens rangsangan yang diberikan makan jalinan antar neuron akan menjadi semakin kompleks.

Kemudian setelah setiap neuron sudah terintegrasi, maka selanjutnya pesan rangsangan atau stimulasi akan diteruskan melalui sirkuit otak menuju paling tidak ke tiga sistem saraf utama, yaitu sistem saraf otak yang memproses perasaan, sistem saraf kognitif dan sistem saraf otak yang mengatur kerja otot. Itulah sebabnya dengan musik gelombang otak, terapi musik, atau terapi gelombang otak dapat mempengaruhi emosional, kreatifitas, imajinasi, pikiran, sistem imun, sistem hormonal, sistem saraf, sistem endoktrin, sistem metabolisme tubuh dll.

Mengapa Terapi Musik Dapat Membantu Mengatasi Berbagai Masalah Kesehatan?

Berikut inilah jawaban atas pertanyaan diatas:

  • Salah satu alasan mengapa terapi musik sangat efektif adalah karena musik berhubungan dengan mood seseorang. Musik dapat membantu mengubah mood Anda atau bahkan membuat mood Anda menjadi lebih baik. Musik yang Anda dengarkan pun sebenarnya tergantung pada mood Anda.
  • Berbagai penelitian telah menemukan bahwa musik yang berasal dari kebudayaan tempat asal seseorang merupakan terapi yang paling efektif untuk menyembuhkan dan menenangkan. Mendengarkan musik dapat membuat Anda merasa lebih tenang dan rileks.
  • Setiap jenis musik berbicara pada seseorang dengan cara yang berbeda-beda. Berbagai penelitian menemukan bahwa musik klasik dapat membuat seseorang merasa lebih nyaman dan rileks. Sementara itu, musik rock and roll atau heavy metal mungkin dapat membuat pikiran Anda terasa kacau. Hal inilah yang membuat musik dapat mengubah mood seseorang dari marah menjadi bahagia.
  • Terapi musik ternyata juga dapat membantu penderita autisme, demensia, dan bahkan membantu perkembangan bayi. Selain itu, musik juga dapat membantu Anda mengatasi insomnia atau depresi.
  • Para peneliti telah menemukan bahwa setiap nada di dalam suatu lagu juga dapat menstimulasi gelombang otak manusia. Semakin cepat irama lagu yang Anda dengar, maka Anda pun akan semakin bersemangat dan siaga. Semakin lambat irama lagu yang Anda dengar, maka Anda pun akan merasa lebih rileks dan tenang.
  • Para ahli terapis sekarang ini banyak menggunakan musik untuk menemukan berbagai emosi atau perasaan yang tersembunyi, yang bahkan tidak disadari oleh pasien. Hal ini terutama sangat berguna untuk menemukan penyebab terjadinya depresi, gangguan cemas, atau penyebab trauma.

Kondisi yang Dapat Diatasi dengan Terapi Musik

1. Autisme

Autisme adalah kelainan otak yang dikaitkan dengan berbagai masalah perkembangan, terutama dalam komunikasi dan interaksi sosial. Menurut American PsychiatricAssociation, autisme tergolong jenis gangguan spektrum autisme (ASD). Gangguan ini ditandai dengan masalah komunikasi, interaksi sosial, serta perilaku berulang yang tidak biasa.

Beberapa profesional menggunakan istilah gangguan perkembangan pervasive (PDD), untuk menggambarkan autisme. Selain autisme, ada empat kelainan lain yang memenuhi syarat sebagai PDD yaitu Sindrom Asperger, Childhood Disintegrative Disorder, Pervasive Developmental Disorder-not Otherwise Specified (PDD-NOS), and Rett Syndrome.

Orang yang memiliki kelainan spektrum autisme sering menunjukkan minat dan respons yang tinggi terhadap musik. Ini dapat membantu mengajarkan keterampilan komunikasi verbal dan nonverbal dan dalam membangun proses perkembangan normal.

2. Kualitas tidur

Insomnia adalah kesulitan tertidur dan bangun pagi-pagi sekali. Ini adalah masalah kesehatan umum yang dapat menyebabkan kantuk di siang hari dan kekurangan energi. Insomnia jangka panjang dapat menyebabkan seseorang merasa lelah, depresi atau mudah tersinggung, sulit memperhatikan, belajar, dan mengingat serta tidak dapat melakukan pekerjaan sepenuhnya.

Insomnia yang parah dapat menyebabkan perubahan neurokimia (kimia otak) yang dapat menyebabkan masalah seperti depresi dan kecemasan, yang selanjutnya mempersulit insomnia.

Pada orang dewasa yang lebih tua, musik dapat menghasilkan kualitas tidur yang jauh lebih baik serta durasi tidur yang lebih lama, efisiensi tidur yang lebih baik, waktu yang lebih singkat yang dibutuhkan untuk tertidur, dan mengurangi disfungsi di siang hari.

3. Depresi

Depresi adalah penyakit yang melibatkan tubuh, mood, dan pikiran. Depresi dianggap sebagai gangguan mood. Depresi memengaruhi cara makan dan tidur, seperti yang dirasakan seseorang tentang diri sendiri dan cara seseorang memikirkan situasi kehidupan.

Gangguan depresi terus-menerus dan secara signifikan dapat mengganggu pemikiran, perilaku, suasana hati, aktivitas, dan kesehatan individu. Menurut National Institute of Mental Health (NIMH), gangguan depresi mempengaruhi sekitar 18,8 juta orang dewasa Amerika atau sekitar 9,5 persen dari populasi AS berusia 18 tahun atau lebih.

Ada bukti terapi musik dapat meningkatkan daya tanggap terhadap obat antidepresan. Pada orang dewasa lanjut usia dengan depresi, program terapi musik di rumah mungkin memiliki efek jangka panjang.

Pada wanita dewasa yang depresi, terapi musik dapat menurunkan denyut jantung, laju pernapasan, tekanan darah, dan mood yang tertekan. Terapi musik mungkin juga bermanfaat dalam depresi setelah operasi penggantian lutut total atau pada pasien yang menjalani hemodialisis.

4. Demensia

Demensia mengacu pada hilangnya fungsi kognitif (proses intelektual yang menghasilkan pemahaman, persepsi, atau kesadaran akan pemikiran dan gagasan seseorang). Demensia bisa disebabkan oleh perubahan otak seperti yang berhubungan dengan penyakit atau trauma.

Fungsi kognitif yang mungkin terkena demensia meliputi pengambilan keputusan, penilaian, memori, orientasi spasial, pemikiran, penalaran dan komunikasi verbal. Demensia juga dapat menyebabkan perubahan perilaku dan kepribadian, tergantung pada daerah otak yang terkena.

Pada orang dewasa yang lebih tua dengan alzheimer, demensia dan gangguan mental lainnya, terapi musik telah ditemukan bisa mengurangi perilaku agresif atau gelisah, mengurangi gejala demensia, memperbaiki mood dan meningkatkan kerja sama dengan tugas sehari-hari, seperti mandi. Terapi musik juga dapat menurunkan risiko penyakit jantung atau otak pada pasien demensia lansia.

5. Perkembangan bayi

Mendengarkan musik pada akhir kehamilan dapat menyebabkan anak-anak menjadi lebih responsif terhadap musik setelah lahir. Musik yang menenangkan bisa membantu bayi yang baru lahir menjadi lebih rileks dan kurang gelisah.

Bayi baru lahir yang terpapar musik mungkin memengaruhi menyusui, kenaikan berat badan, dan peningkatan toleransi stimulasi. Mereka mungkin juga mengurangi denyut jantung dan tidur lebih nyenyak setelah terapi.

Dan itulah sedikit pembahasan tentang terapi musik yang bermanfaat untuk kesehatan. Namun perlu diingat, meskipun manfaat terapi musik sangat besar, terapi musik tidak dimaksudkan untuk menggantikan pengobatan medis.

This is a Sidebar position. Add your widgets in this position using Default Sidebar or a custom sidebar.