Mendengar musik “blues”, mungkin bagi kebanyakan orang aliran musik ini kurang dikenal, kalaupun dikenal kebanyakan orang menganggap jenis musik ini adalah musiknya para orang tua, kolot, membosankan, aneh, dan tidak masuk ditelinga, begitulah anggapan sebagian orang yang pernah saya dengar.

Ya, anggapan itu bisa dikatakan wajar oleh saya, mengapa ? karena di tanah air sendiri musik blues sendiri penggemarnya bisa dikatakan masih sedikit, berbeda dengan musik pop atau dangdut. Entahlah, padahal era tahun 50-90an bisa dikatakan era musik blues di tanah air “naik daun”. Musisi seperti ismail marzuki, mus mijiono hingga slank banyak memasukkan unsur “blues” kedalam alunan lagunya, hanya orang-orang tidak “ngeh” atau tidak tahu. Nah, disini kita akan membahas tentang musik blues yang hampir atau bahkan udah punah di tanah air. Tapi, sebelum kita masuk lebih dalam tentang musik Blues mari kita baca dulu sejarah tentang musik blues.

Asal Usul Blues

Istilah blues resmi dipakai baru pada tahun 1910.Blues adalah sebuah aliran musikvokal dan instrumental yang berasal dari Amerika Serikat (AS). Nama blues lahir dari istilah blue yang dikonotasikan dengan perasaan frustatif dan melankolis.Musik bluesberangkat dari musik-musik spiritual dan pujian yang muncul dari komunitas mantan budak-budak Afrika di AS. Dan mulai berkembang pesat pada abad ke-19 M itu AS.

Menurut penulis ,ilmuwan serta peneliti pada Schomburg Center for Research in Black Culture di New York, Sylviane Diouf,Blues memiliki relasi dengan tradisi masyarakat Muslim di Afrika Barat.Untuk membuktikan keterkaitan antara musik Blues Amerika dengan tradisi kaum Muslim, Diouf memutar dua rekaman. Yang pertama diperdengarkannya kepada publik yang hadir di sebuah ruangan Universitas Harvard adalah lantunan adzan (panggilan bagi umat Islam untuk menunaikan ibadah shalat). Setelah itu, Diouf memutar Levee Camp Holler.

Rekaman kedua itu adalah lagu Blues lawas yang pertama kali muncul di Delta Mississippi sekitar 100 tahun yang lalu. Levee Camp Holler bukanlah lagu blues yang terbilang biasa. Lagu itu diciptakan oleh komunitas kulit hitam Muslim asal Afrika Barat yang bekerja di Amerika pasca-Perang Sipil.lagu Levee Camp Holler itu menekankan kata-kata yang terdengar bergetar. Menurut Diouf, langgam yang sengau antara laguBlues Levee Cam Holler yang mirip adzan juga merupakan bukti adanya pertautan antara keduanya.

Guru Besar Ethnomusikologi dari Universitas Mainz, Jerman, bernama Prof Gehard Kubik juga menulis sebuah buku tentang relasi musik Blues dengan peradaban Islam di Afrika Barat berjudul, Africa and the Blues, yang diterbitkan University Press of Mississippi pada 1999.Prof Kubik telah membuktikannya. “Gaya vokal kebanyakan penyanyi Blues menggunakan melisma, intonasi bergelombang. Gaya vokal seperti itu merupakan peninggalan masyarakat di Afrika Barat yang telah melakukan kontak dengan dunia Islam sejak abad ke-7 dan 8 M,” paparnya. Melisma menggunakan banyak nada dalam satu suku kata.

Genre Musik Blues

  • Delta Blues

Delta Blues adalah salah satu genre paling awal dari musik blues. Delta blues berasal di Delta Mississippi, wilayah Amerika Serikat yang membentang dari Memphis, Tennessee di utara ke Vicksburg, Mississippi di selatan, Helena, Arkansas di barat ke Sungai Yazoo di sebelah timur. Delta Mississippi daerah terkenal baik dengan tanah yang subur tapi miskin. Gitar, harmonika adalah instrumen dominan yang sering digunakan, dengan slide gitar (biasanya pada gitar baja) menjadi ciri khas gaya delta blues. Gaya vokal berkisar dari introspektif dan penuh perasaan dan berapi-api. Delta Blues juga dianggap sebagai influnce dari genre country blues, detroit blues dan chicago blues.

Charley Patton dikenal sebagai bapak dari delta blues, ia dikenal dengan memperkenalkan teknik bermain gitar dengan slide, yang kelak menjadi ciri khas dari permainan genre delta blues. kemudian nama-nama seperti bukka white, robert johnson, son house menjadi pioneer dari musik sub genre blues ini.

  • Detroit Blues

Blues Detroit, musik blues yang dimainkan oleh musisi penduduk di Detroit, Michigan, khususnya yang bermain di tahun 1940-an dan 1950-an. Blues Detroit berasal ketika musisi Delta Blues bermigrasi ke utara dari Delta Mississippi dan Memphis, Tennessee untuk bekerja di pabrik-pabrik industri Detroit pada tahun 1920 dan 1930-an. Blues Detroit Khas sangat mirip dengan blues Chicago dalam gaya. Suara itu dibedakan dari Delta Blues dengan penggunaan instrumen diperkuat listrik dan bermacam-macam lebih eklektik instrumen, termasuk gitar bass dan piano. John Lee Hooker adalah salah satu Musisi Detroit Blues yang mencapai ketenaran.

  • Chichago Blues

Chicago Blues adalah bentuk musik blues asli dari Chicago, Illinois. Blues Chicago adalah jenis blues perkotaan. Blues perkotaan berkembang dari blues klasik/desa sebagai akibat dari depresi besar dan dikembangkan pada paruh pertama abad kedua puluh selama Migrasi Besar-besaran, ketika para pekerja kulit Hitam pindah dari Amerika Serikat Selatan ke kota-kota industri di Utara Amerika Serikat.

Blues Perkotaan dimulai di Chicago dan St Louis, musik yang diciptakan oleh musisi jalanan, di pesta-pesta, dan acara lain dalam masyarakat kulit hitam.

Salah satu inkubator awal yang paling penting untuk blues Chicago adalah pasar terbuka di jalan maxwell. jalanan maxwell adalah salah satu yang terbesar pasar terbuka di negara amerika. Warga masyarakat kulit hitam akan sering untuk membeli dan menjual apa saja. disanalah lokasi para musisi blues chichago bermain.

Corak dari chihcago blues inilah yang menginflunce Gaya baru bermusik dalam musik blues yang akhirnya mencapai Eropa dan Inggris. Pada tahun 1960, musisi muda Inggris yang sangat dipengaruhi oleh musik blues Chicago menghasilkan gerakan blues Inggris, yang digawangi oleh musisi seperti The Rolling Stones, The Yardbirds, Jimi Hendrix, Cream, and Rory Gallagher.

  • Texas Blues

Texas Blues mulai muncul di awal 1900-an di kalangan kulit hitam yang bekerja di ladang minyak, peternakan dan perkayuan. Pada tahun 1920, Blind Lemon Jefferson berinovasi gaya dengan menggunakan jazz seperti improvisasi pada gitar. Pengaruh Jefferson kemudian mengilhami, seperti Lil’ Son Jackson, dan T-Bone Walker. Selama “great depression” pada 1930-an, banyak musisi pindah ke kota-kota seperti Galveston, Houston dan Dallas. dari pusat-pusat perkotaan yang mengalami gelombang urbanisasi, kemudian muncullah musisi populer muncul, termasuk gitaris slide dan penyanyi gereja Blind Willie Johnson dan vokalis legendaris Thornton.

T-Bone Walker salah satu musisi berpengaruh dalam musik blues, pindah ke Los Angeles untuk merekam lagu di tahun 1940-an. Dengan gaya dengan rhythm dan bluesnya serta diiringi saxophone yang meniru lead guitar akan menjadi bagian yang mempengaruhi dari electric blues di Chicago oleh artis seperti Muddy Waters .

Pada akhir 1960-an dan awal 1970-an Texas Blues electric mulai berkembang, dipengaruhi oleh musik country dan blues-rock, terutama di klub-klub dari Austin. Beragam gaya sering ditampilkan instrumen seperti keyboard, tetapi ditempatkan penekanan khusus pada lead guitar. Para seniman yang paling menonjol muncul di era ini adalah johnny dan Edgar Winter, kemudian yang paling terkenal Stevie ray vaughn dengan “texas flood” pada 1980-an menerobos kesuksesan industri musik.

Perkembangan Musik Blues

Para musisi blues sebelumnya sering memakai banjo, dan seiring dengan Perkembangan teknologi dalam instrumen musik, musisi musisi blues mulai menggunakan gitar.Musik blues pun terus berkembang. Bahkan di setiap daerah Amerika melahirkan warna musik blues yang berbeda seperti Chicago Blues (Muddy Waters, Koko Taylor), Delta Blues (Robert Lockwood jr), East Cost Blues (John Jackson) dan Texas Blues (Mike Morgan & The Crawl).

Kemudian pada awal dekade 60-an musik blues di Amerika mengalami penurunan pamornya, sehingga para perusahaan rekaman amerika tidak mau mengontrak mereka.Sehingga band-band blues dari Inggris kemudian mengisi kekosongan itu. Para musisi Inggris seperti The rolling Stones, Eric Clapton,John Mayal dan Bluesbreaker akhirnya memberi suasana baru bagi para musisi blues Amerika.

Modern electric blues adalah subgenre blues yang paling populer hingga saat ini. Dari genre tersebut, lahir puluhan tokoh musik blues seperti B.B. King, Buddy Guy, John Lee Hocker, Jhony Winter, Koko Taylor, Robert Cray, Taj Mahal, Dave Hole, Tinsley Ellis Freddie King, Stevie Ray Vaughan dan Kenny Wayne Shepherd.

Gitaris Jimi Hendrix juga termasuk tokoh musik blues yang banyak mempengaruhi musisi lain.Dengan teknik permainan gitarnya yang baru, Jimi menjadi pionir dalam musik blues yang didominasi electric sound yang sangat impresif, yang kemudian menarik perhatian gitaris lainya untuk lebih mengeksplorasi sound.Jimi juga terkenal lewat nomor blues seperti red house dan voodoo child. Setelah era kemunculan Jimi Hendrix, banyak bermunculan musisi blues rock seperti mendiang Stevie Ray Vaughan, Tinsley Ellis, Taj Mahal dan Kenny Wayne Shepherd. Lalu bagaimana dengan perkembangan ditanah air?

Perkembangan Musik blues di Indonesia

Hingar bingarnya perkembangan musik pop, rock dan R&B di Indonesia dapat dikatakan sangat up to date sekali, sesuai dengan perkembanagn musik pop dan rock serta R&B di manca negara, berkat kemajuan teknologi multi media saat ini. Banyak sekali talenta musisi di Indonesia memanfaatkan kondisi ini. Sudah tidak dapat dipungkiri lagi perbendaharaan musik dan lagu di Indonesia banyak di pengaruhi oleh kondisi ini.

Dapat kita lihat dan baca setiap minggu bahkan setiap hari selalu terdapat lagu dan musik baru, serta group band dan penyanyi baru yang se akan-akan berlomba untuk ber ekspresi, mencari jati diri serta meraih hasil komersialitas atas produk seni tersebut. Kalau kita lihat perkembangan musik di tanah air kita ini, tak lepas dari pengaruh2 genre musik yang ada di manca negara terutama dari negara-negara barat, dan sangat sah sekali, baik sengaja maupun tidak di sengaja untuk meng influence atau ter influence oleh genre-genre musik barat tersebut.

Karena kecanggihan teknologi multi media itulah, banyak musisi dan penyanyi di Indonesia mendapat jati diri dalam hal bermusik ataupun menghasilkan produk musik itu sendiri. Dan ada pula minoritas musisi yang mencoba bereksplorasi dengan genre-genre musik yang sudah ada. Tetapi dari keadaan dan kondisi ini semua, belum ada satupun terlihat musisi kita yang mengexplorasi musik blues untuk dikedepankan minimal bersejajar dengan hingar bingar nya musik2 yang ada di tanah air kita ini.

Andaipun ada, mungkin masih belum berani untuk menampilkan hasil explorasi dari musik blues tersebut. Banyak sudah usaha dari kelompok2 musisi blues ataupun komunitas musik di tanah air yang dapat dikatakan berjuang untuk memajukan, minimal melestarikan musik blues di tanah air. Sebut saja komunitas INA Blues yang didalangi oleh bung Oding Nasution serta nayaga-nayaga nya yang rata-rata sudah melintang pukangi musik blues sejak dahulu kala.

Demikian pula dengan komunitas Bandung Blues Society yang tidak kurang di kelola oleh musisi senior yang sudah lama menggeluti dunia musik blues. Jogja Blues Forum yang juga dimotori oleh musisi blues senior di kota Jogja. Bali Blues Island di Denpasar yang juga banyak di tenggeri oleh musisi blues seniornya serta masih banyak lagi komunitas-komunitas musik blues di tanah air kita yang kondisinya mungkin ter seok-seok, mati suri ataupun mati dalam kandungan.

Upaya-upaya memajukan musik blues di tanah air juga sudah dilakukan oleh komunitas INA Blues Jakarta, yang selalu kita harapkan dapat secara rutin menyelengarakanFestival Blues International dan baru-baru ini kota Bandung di ramaikan pula oleh hajatan Jakarta International Blues Festival Competition yang banyak diikuti oleh musisi blues yang masih terbilang muda yang sudah mulai menggeluti musik blues.

Adapula kelompok Andre Harihandoyo & The Sonic People yang sudah menelurkan beberapa album dan memberanikan diri untuk meramu musik accoustic folk yang agak bluesy. Juga terdapat anak muda yang dari remajanya sudah menekuni musik blues yakni Rama Satria dengan groupnya The Electric Mojos. Yang semuanya dengan setia selalu ingin mengembangkan musik blues, minimal meramaikan genre musik satu ini. Tak kurang di Denpasar Bali, saat ini ada 2 (dua) kandidat pelestari musik blues yang meng explorasi musik blues dengan gaya yang lain.

Sebut saja Bali Puisi Musik yang didukung oleh penyair Tan Lioe Ie pada vocal dan pembaca puisi, Dibia Suanjaya (keyboard), Indrawan (gitar), Yande Subawa (gitar, aransemen) dan Kabe Gariyasa (drum), yang terus berexplorasi memadukan pembacaan puisi dengan musik blues serta The Crossing yang dimotori oleh I Gede Adi Kesuma yang mencoba meng explore lagu2 Jimi Hendrix dan lagu2 ciptaan mereka yang terinfluence oleh musik Jimi Hendrix yang dipadu dengan musik reggae serta musik alternative.

Sudah banyak cara yang diupayakan, akan tetapi masih belum ada yang mencuat mewakili musik bluesIndonesia. Kadang-kadang kita berpikir apakah musik blues di tanah air masih dipandang sebelah mata di masyarakat pendengar musik atau bagaimana ? Tidak kalah pentingnya peran produser industri musik yang masih belum mau menoleh pada musik jenis ini.

Akhirnya yang dikhawatirkan adalah musik blues di Indonesia berada di ujung tanduk, yang setiap saat akan menjadi jenuh baik musisi maupun pendengarnya, dan akhirnya akan tenggelam. Tinggal lah sejarah kecil bahkan hanya sekedar footnote bagi perjalanan musik blues di Indonesia.

Sebetulnya masih banyak sub-genre dari musik blues tapi yang ketiga genre itu yang paling mempengaruhi. Dari musik blues inilah musisi-musisi berbakat lahir seperti jimi hendrix, eric clapton, bb king, led zeppelin, the doors dan masih banyak lagi. Tidak ada salahnya jika anda mendengar genre musik ini, apalagi mendengarkannya sambil ditemani segelas kopi hitam niscaya akan membawa anda dan terhanyut kedalam suasana nostalgia era tahun 20-40an. Sekian sejarah dan perkembangan tentang musik blues semoga anda yang membaca menyukainya.

This is a Sidebar position. Add your widgets in this position using Default Sidebar or a custom sidebar.