Musik merupakan sajian pementasan hiburan yang sangat diminati oleh setiap orang. Dalam musik ada bermacam–macam aliran musik, salah satunya adalah musik jazz. Bagi para penikmat musik, sudah pasti tidak asing lagi dengan salah satu aliran musik paling populer di dunia ini.

Bagi para penikmat musik jazz, pastinya ada suatu alasan tertentu yang membuat mereka menjadi betah untuk terus menerus mendengarkan musik jazz. Misalkan saja salah satu alasannya adalah karena ketenangan yang di dapat ketika mendengarkan alunan musik jazz sehingga membuat betah untuk berlama-lama mendengarkannya.

Jazz adalah salah satu genre musik yang terkenal dan populer di dunia. Genre musik jazz menjadi digemari dan kini dimainkan di banyak negara di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Tentu genre jazz memiliki sejarah perkembangan yang panjang dari awal hingga kini jadi populer.

Sebagai suatu genre musik, jazz ternyata telah mengambil tempat dalam sejarah musik dunia. Dulu jazz dianggap sebagai musik yang bikin pusing kepala, (sangat) susah dimengerti dan membosankan. Tetapi sekarang, dengan berbagai jenis aliran dalam jazz yang sangat jauh berbeda dengan ketika pertama kali muncul.

Jazz telah mampu menyihir jutaan penggemar di seluruh dunia. Bahkan anak-anak muda-pun mulai banyak yang menggemari jazz. Nah, untuk mengetahui lebih lanjut mengenai musik yang satu ini, mari kita simak secara bersama penjelasan berikut.

Pengertian Musik Jazz

Jazz adalah aliran musik yang berasal dari Amerika Serikat dimana pada awal kemunculannya merupakan kombinasi dari musik orang Afrika dan Eropa yang dipadukan dengan sajian improvisasi para pemain alat musik dengan skill yang dimiliki.

Kelahiran jazz banyak dikaitkan dengan proses perkembangan musik blues, ragtime, dan be bop yang selalu bersinggungan satu sama lain. Namun, berbeda dengan musik blues, musik jazz pada dasarnya adalah musik instrumental spontan. Kreativitas spontan itu tampak pada permainan improvisasi para pemainnya.

Improvisasi adalah tanggapan langsung di tempat atas situasi musikal. Karakteristik permainan improvisasi musik jazz tampak pada pendekatan individual cara bermain para musisinya. Jazz sering dianggap sebagai perkembangan lebih lanjut dari permainan piano yaitu dengan munculnya teknik sinkopasi.

Sinkopasi merupakan suatu teknik permainan yang menunda jatuhnya ketukan nada dari suatu melodi atau lagu. Teknik sinkopasi kemudian diiringi ketukan irama yang tetap sehingga membentuk kesan bertentangan yang dinamis.

Pada awal kemunculannya, musik jazz merupakan musik dansa perkotaan. Ketika mulai digunakan dalam genre musik jazz, penggunaan gitar pada mulanya berfungsi sebagai pemberi akor dan ritme, dalam artian hanya sebagai pengiring belaka. Baru pada tahun 1930-an gitaris seperti eddi Lang dan Lonnie Johnson mulai memainkan melodi pada alunan musik jazz.

Penyebaran jazz menjadi kian meluas hingga menghasilkan jazz dengan musik budaya yang berbeda di tiap negara. Musik jazz di tiap negara memang dipengaruhi oleh budaya lokal masing-masing hingga menghasilkan gaya dan musikalitas yang berbeda di tiap lokasi di seluruh dunia.

Beberapa daerah dengan gaya jazz yang paling populer di antaranya adalah New Orleans jazz, Kansas City jazz hingga Latin jazz. Berdasarkan Joachim-Ernst Berendt, istilah pengertian musik jazz merupakan suatu bentuk seni musik yang berasal dari Amerika Serikat melalui pertemua orang ras kulit hitam dengan musik khas Eropa.

Sementara menurut Travis Jackson, jazz diartikan lebih luas yaitu musik yang mencakup kualitas seperti swing, improvisasi, interaksi kelompok, mengembangkan suara individu dan menjadi terbuka untuk menghasilkan musik yang berbeda.

Dalam sejarah musik jazz, era 50an hingga 80an menjadi era keemasan musik jazz. Nah, selain mengetahui definisi dari jazz, ada baiknya juga mengetahui bagaimana sejarah musik jazz ini.

Sejarah Musik Jazz

Banyak yang beranggapan bahwa musik jazz adalah musiknya kaum elite dan mapan. Namun bila kita melihat ke akar jazz boleh dibilang justru itu sangat bertolak belakang. Jazz adalah sebuah seni ekspresi dalam bentuk musik. Jazz disebut sebagai musik fundamental dalam hidup manusia dan cara mengevaluasi nilai-nilai tradisionalnya.

Tradisi jazz berkembang dari gaya hidup masyarakat kulit hitam di Amerika yang tertindas. Awalnya, pengaruh dari tribal drums dan musik gospel, blues serta field hollers (teriakan peladang). Proses kelahirannya telah memperlihatkan bahwa musik jazz sangat berhubungan dengan pertahanan hidup dan ekspresi kehidupan manusia.

Yang menarik adalah bahwa asal kata “jazz” berasal dari sebuah istilah vulgar yang digunakan untuk aksi seksual. Sebagian irama dalam musik jazz pernah diasosiasikan dengan rumah-rumah bordil dan perempuan-perempuan dengan reputasi yang kurang baik.

Dalam perjalanannya kemudian, jazz akhirnya menjadi bentuk seni musik, baik dalam komposisi tertentu maupun improvisasi, yang merefleksikan melodi-melodi secara spontan. Musisi jazz biasanya mengekspresikan perasaannya yang tak mudah dijelaskan, karena musik ini harus dirasakan dalam hati.

“Kalau kau menanyakannya, kau tak akan pernah tahu” begitu menurut Louis Armstrong.

Legenda jazz dimulai di New Orleans dan berkembang ke Sungai Mississippi, Memphis, St. Louis, dan akhirnya Chicago. Tentu saja musik jazz dipengaruhi oleh musik yang ada di New Orleans, tribal drums Afrika dan struktur musik ala Eropa.

Latar belakang jazz tidak dapat dilepaskan dari fakta di mana jazz dipengaruhi berbagai musik seperti musik gospel, cakewalks, ragtime dan blues. Nah, bahkan salah satu legenda jazz yang dipercaya bahwa sekitar 1891.

Seorang pemilik kedai cukur rambut di New Orleans bernama Buddy Bolden meniup cornet-nya dan saat itu lah musik jazz dimulai sebagai gebrakan baru di dunia musik. Setengah abad kemudian, musik jazz di Amerika memberi banyak kontribusi di dunia musik.

Dipelajari di universitas dan akhirnya menjadi sebuah aliran musik yang serius dan diperhitungkan. Musik jazz sebagai seni yang populer mulai menyebar ke hampir semua masyarakat Amerika pada tahun 1920-an (dikenal sebagai Jazz Age).

Jazz semakin marak di era swing pada akhir 1930-an, dan mencapai puncaknya di akhir 1950-an sebagai jazz modern.

Di awal tahun 20-an dan 30-an, “jazz” telah menjadi sebuah kata yang dikenal umum. Pengaruh dan perkembangan musik blues tidak dapat ditinggalkan saat membahas musik jazz di tahun-tahun awal perkembangannya. Ekspresi yang memancar saat memainkan musik blues sangat sesuai dengan gaya musik jazz.

Kemampuan untuk memainkan musik blues menjadi standar bagi semua musisi jazz, terutama untuk digunakan dalam berimprovisasi dan ber-jam session.

Musik blues sendiri, yang berasal dari daerah Selatan, memiliki sejarah yang sangat luas. Pemain musik blues biasanya menggunakan gitar, piano, harmonika, atau bermain bersama dalam kelompok yang memainkan alat-alat musik buatan sendiri.

Genre Yang Terdapat Pada Musik Jazz

Musik jazz dahulu masih dianggap sebagai musik yang rumit karena jenis instrumen yang kaya dan nada-nadanya yang nggak biasa. Tapi, saat ini justru banyak orang yang kecanduan musik jazz. Nggak hanya dari orang dewasa, anak muda pun juga ikut menggemari musik ini.

Musik jazz memang cenderung memiliki tempo yang lebih slow dan santai. Namun hal tersebut yang membuat lagu-lagu jazz menjadi lebih easy listening dan bisa dinikmati. Ternyata musik jazz ada macam-macam alirannya lho, untuk mengetahui apa saja genre dari musik ini kita simak ulasannya dibawah ini.

1. Ragtime

Asal muasalnya musik jazz. Musik yang menyerupai musik afrika dengan beat dan tone yang menyerupai musik asli afrika. Vibrant, enthusiastic, and extemporaneous adalah ciri-ciri yang dapat dikenali.

2. Classic Jazz

Sering disebut dengan “New Orleans Style”. Aslinya berupa brass band yang ditampilkan di acara dance dan pesta-pesta diakhir tahun 1800-an dan awal 1900-an.

Instrument musical dilengkapi dengan clarinet, saxophone, cornet, trombone, banjo, bass, guitar, drum dan piano. Improvisasi sangat ditekankan dalam permainannya dan aransemen musikal dapat berbeda dari setiap penampilannya.

3. Hot Jazz

Jazz jenis ini dicirikan dengan penyanyi solo yang berimprovisasi, struktur melodi yang khas, dan biasanya mempunyai klimaks yang emosional dan “hot”.

Rhytm sectionnya biasanya diiringi oleh gitar, bass, banjo, dan drum yang meningkat pelan-pelan sehingga mencapai klimaks (crescendo). Tokoh utama dari aliran ini, siapa lagi kalau bukan Louis Armstrong.

4. Chicago Style

Musik Chicago Style punya karakteristik yang harmonis, inovatif dan pemainnya yang selalu menggunakan teknik bermain alat musik tinggi. Tokoh terkenal yang biasa bermain musik jenis ini yaitu Bud Freeman, Benny Goodman, Edie Condon dan Gene Krupa.

5. Kansas Style

Itu hanya sekilas ke dalam aliran jazz yang diambil dari berbagai literatur jazz. Ada juga tokoh penting dalam musik jazz yang tidak dalam ringkasan di atas.

Sekarang banyak musisi jazz baru dan vokalis, seperti Jammie Cullum, Renee Olstead dan lain-lain, yang membuat batasan-batasan dalam aliran musik jazz sudah mulai kabur. Namun demikian, intinya bukanlah aliran itu sendiri, tetapi jazz kini global.

6. Cool Jazz

Cool jazz sering dikatakan sebagai campuran antara musik bebop dan swing jazz. Aliran ini terbentuk akhir 1940-an dan yang merupakan penggabungan bebop dan swing dalam tone yang harmonik dan dinamis. Cool jazz juga dijuluki sebagai West Coast Jazz.

7. Afro-Cuban Jazz

Afro-Cuban jazz juga sering disebut dengan nama Latin Jazz. Merupakan kombinasi dari improvisasi jazz dan rhytm musik latin. Instrumen musik yang digunakan sama dengan instrumen musik jazz pada umumnya, tetapi lebih terpusat pada rhytm section dari instrumen conga, timbale, bongo dan instrumen latin lainnya.

8. Smooth Jazz

Smooth jazz adalah salah satu bentuk jazz, sering kali percampuran dengan R&B. Smooth jazz berkembang sebagai bagian dari bentuk jazz fusion dan cenderung memberi tekanan pada melody dibanding kepada improvisasi.

9. Funk Jazz

Funk jazz adalah sebuah aliran musik yang mengandung unsur musik tarian Afrika-Amerika. Umumnya musik funk dapat dikenali lewat ritme yang sering terpotong singkat, bunyi gitar ritme yang tajam, perkusi yang dominan, pengaruh jazz yang kuat, irama-irama yang dipengaruhi musik Afrika, serta kesan gembira yang didapati saat mendengarnya.

10. Swing

Tahun 1930-an menjadi awalnya swing. Karakteristik utamanya : robust and invigorating. Swing juga sering dikatakan musik dance. Walaupun bermain secara kolektif, sebuah band swing dapat menunjukkan performansi solo untuk mengimprovisasi melodi utamanya. Tokohnya banyak tapi yang sering dijuluki sebagai The King of Swing adalah Benny Goodman.

Sekarang ini sudah banyak musisi dan vokalis baru jazz, misalnya Jammie Cullum, Renee Olstead, yang membuat batasan-batasan dalam aliran musik jazz sudah mulai kabur. Walaupun demikian, intinya bukanlah aliran itu sendiri, tetapi Jazz yang sekarang ini sudah sangat mendunia.

Musisi Jazz Yang Berpengaruh pada Perkembangan Musik Ini

Saat ini musik jazz pun banyak digemari dan sering diputar di kafe-kafe di kota kota besar di Indonesia. Ada banyak komunitas komunitas jazz yang tersebar di Indonesia, terutama di kota Jakarta.

Nah, dibawah ini terdapat beberapa tokoh musik jazz yang memiliki pengaruh besar terhadap perkembangannya.

1. Louis Armstrong (1901-1971)

Louis Amstrong merupakan musisi kelahiran New Orleans pada tanggal 4 Agustus 1901 dan telah wafat pada tanggal 6 Juli 1971 di Queens, New York Coty. Ia adalah seorang penyanyi, composer dan solois terompet music jazz yang mendapat beberapa macam julukan, salah satunya adalah satchel mouth karena ia memiliki mulut yang lebar.

Beliau adalah juga salah satu tokoh penting yang paling berpengaruh di dalam musik jazz dan merupakan tokoh terkenal sebagai inventif terompet, pemain cornet serta ditambah dengan suara beratnya yang menjadi khas.

Ia juga pernah bergabung dengan Band Olver yang merupakan grup band jazz yang sangat berpengaruh di Chicago. Permainan terompet dan inovasi vocal Louis Amstrong telah digunakan sebagai dasar untuk seni jazz interpretasi vocal dan warna suaranya yang unik dengan suaranya yang menjadi pola dasar music jazz yang banyak dicontoh oleh musisi jazz lainnya.

2. Miles Davis (1926-1991)

Merupakan salah satu pemusik jazz berkebangsaan Amerika Serikat. Sebagai pemusik jazz, ia adalah salah satu yang paling berpengaruh bagi perkembangan jazz pada abad ke-20 dan juga salah satu yang paling inovatif. Davis adalah pemain trompet, pemimpin band, komponis dan selalu menjadi penggagas setiap perubahan besar yang terjadi pada jazz setelah Perang Dunia II.

Permainannya dapat ditemukan pada rekaman-rekaman bebop yang terpenting dan rekaman cool jazz yang pertama. Ia juga berperan besar dalam mengembangkan modal jazz dan jazz fusion.

Rekaman-rekaman Davis dan konser-konsernya sangat berperan dalam membuat musik jazz diterima sebagai musik yang memiliki nilai artistik tinggi. Watak Davis yang unik dan kadang kontroversial menambah terkenal dirinya dan musik jazz secara umum, dan membuat Davis juga menjadi simbol potensi komersial musik jazz.

3. John Coltrane (1926-1967)

John William Coltren lahir pada 23 September 1926 di Halmet, Carolina Utara. Ia adalah salah seorang pemain saksofon dan komposer yang memberikan andil besar dalam perkembangan musik Jazz modern hingga menjadi salah satu genre musik ‘kelas atas’.

Pada tahun 1945, john Coltrane terdaftar sebagai wajib militer. Masa setahun bertugas merupakan moment perkenalannya dengan musik Jazz, karena ia sering memanfaatkan waktu bergabung dan bermain bersama kelompok jazz dalam kamp militer.

John Coltrane pertama kali memiliki saksofond ketika ia diberikan oleh ibunya pada tahun 1943 dan ia mulai bermain secara profesional pada tahun 1945 dengan membawakan lagu Cocktail Lounge Trio. Ia adalah musisi yang telah membantu merintis penggunaan mode jazz dan merupakan tokoh terdepan music free jazz.

Selama masa karirnya ditahun 1946. Coltrane juga berhasil mendapatkan penghargaan termasuk juga kananosasi oleh gereja ortodoks Afrika sebagai Sint John William Coltrane khusus Pulitzer Price.

4. Gil Evans

Terlahir dengan nama Ian Gilmore Ernest atau dikenal dengan nama Gil Evans, pianis jazz asal Kanada ini juga sebagai arranger, komposer dan juga pemimpin band. Terlahir di Toronto, Kanada pada tanggal 13 Mei 1912 dan wafat pada tanggal 20 Mei 1988 di Cuernavaca, Meksiko.

Gil Evans seorang musisi jazz yang mempunyai peran penting dalam perkembangan cool jazz, modal jazz, free jazz dan jazz fusion. Selama karir musiknya, Gil Evans telah berkolaborasi secara efektif dengan Miles Davis dengan album kolaborasinya yang berjudul Miles Ahead, Porgy and Bess serta Sketches of Spam.

Salah satu perannya dalam perkembangan musik jazz bahwa dia termasuk sebagai salah satu musisi jazz yang ikut berpartisipasi dalam pertemuan kelompok musisi jazz yang membahas untuk mengembangkan gaya musik baru diluar dari gaya yang dominan dari Bibop.

Gil Evans juga telah mendapatkan beberapa penghargaan diantaranya adalah, Pada tahun 1986 beliau dilantik sebagai Down Beat Jazz Hall of Fame dan Mendapatkan Grammy Award untuk Best Jazz Instrumental Performance dengan Big Band. Pada tahun 1986 Mendapatkan Grammy Award untuk Best Original komposisi jazz dengan Miles Davis pada tahun 1960.

5. Francis Albert Sinatra (1915-1998)

Francis Albert Sinatra lahir di Hoboken, New Jersey, Amerika Serikat pada 12 Desember 1915. Ia adalah penyanyi Jazz yang terkenal Amerika dan seorang actor pemenang Oscar. Namanya menjadi salah satu legenda di dunia hiburan abad 20. Ia meniti karier musiknya di era musik Jazz Swing bersama Harry dan Tommy Dorsey.

Frank Sinatra menjadi penyanyi yang sukses pada tahun 1940 dan menjadi idola anak muda kala itu. Di bawah perusahaan rekaman Capital Records, Album Frank Sinatra menuai banyak pujian para kritikus musik, seperti In the Wee Small Hours, Songs Swingin, Come Fly with Me dan Only the Lonely.

Setelah sukses bersama Capitol Record, Frank Sinatra mendirikan perusahaan rekaman sendiri. Reprise Records yang juga sukses melahirkan album-albumnya, diantaranya adalah Ring a Ding Ding, Sinatra at the Sands dan Francis Albert Sinatra dan Antonio Carlos Jobim.

Setelah memutuskan pensiun sejenak pada tahun 1971. Dua tahun kemudian ia kembali merekam beberapa album dan melahirkan lagu hits yaitu New York, New York. Ia kembali mengadakan tour dan menyanyikan lagu-lagunya hingga beberapa tahun kemudian ia meninggal tahun 1998.

Masuknya Musik Jazz Di Indonesia

Musik jazz masuk ke Indonesia pada tahun 1930-an yang mana dibawa oleh imigran dari Filipina yang diperdengarkan pertama kali di kota Jakarta. Para pemain musik jazz ini merupakan hiburan bagi para tamu hotel – hotel di kota Jakarta.

Ketika musik jazz mulai sedikit banyak diterima oleh telinga orang Indonesia, musik jazz lantas menyebar ke kota – kota lain seperti kota Bandung dan kota Surabaya yang mana memang dikenal khalayak luas menjadi 2 daerah penghasil musisi–musisi kondang di Indonesia.

Pada Tahun 1948

Musisi Belanda datang ke Indonesia untuk membentuk orkestra simfoni yang beranggotakan musisi lokal. Sejak saat itu, grup musik jazz baru pun mulai bermunculan, seperti The Progressive Trio, Iskandar’s Sextet dan The Old Timers and Octet. Ada pula kelompok Jazz Riders yang dibentuk oleh Bill Saragih pada tahun 1955.

Surabaya pun nggak mau kalah dengan grup musik jazz-nya yang digawangi oleh ayah Indra Lesmana, Jack Lesmana. Di era tersebut, lahir pula musisi-musisi senior jazz di Bandung, seperti Eddy karamoy, Joop Talahahu, Leo Masenggani, dan Benny Pablo.

Memasuki tahun 1980-an, musik jazz di Indonesia makin berkembang pesat dengan munculnya musisi dan penyanyi jazz seperti Benny Likumahuwa, Ireng Maulana, Luluk Purwanto, dan Elfa Secioria. Berbagai kombinasi antara musik jazz dengan genre lain pun mulai bermunculan.

Fariz RM, misalnya, mampu menciptakan perpaduan musik antara pop jazz dengan latin. Pada era yang sama, Indra Lesmana, Donny Duhendra, Pra B. Dharma, Dwiki Darmawan, dan Gilang Ramadan membentuk kelompok musik bernama Krakatau, yang kemudian bertransformasi dengan mengganti beberapa personil.

Nah, memasuki era modern, begitu banyak festival musik jazz diselenggarakan di Indonesia baik level nasional maupun internasional. Musisi jazz lebih kreatif dengan menggabungkan kombinasi antara musik jazz dengan genre lain. Beberapa artis yang terjun di jazz modern saat ini seperti Andien, Maliq & D’essentials, Tompi.

Kegunaan festival musik jazz ini adalah sebagai ajang silaturahmi antar musisi musik jazz dengan sesama musisi musik jazz lainnya dan juga sebagai sarana tukar menukar ilmu dan kemampuan dalam hal bermusik dalam kategori genre jazz itu sendiri.

Festival seperti Jakarta International Java Jazz, Jakjazz dan juga Jazz Goes to Campus merupakan sarana silaturahmi dan sharing kemampuan serta skill, bahkan festival–festival tersebut juga mampu menjadi sarana sosialisasi musik jazz secara efektif selain menggunakan media massa seperti TV dan radio ataupun internet.

Menarik bukan? Kini, jumlah orang di Indonesia yang menggemari musik jazz pun semakin banyak. Bahkan anda sendiripun pasti sering mendengar lagu-lagu dengan genre ini diputar di berbagai kafe. Banyak pula komunitas jazz yang tersebar di penjuru Indonesia, terutama di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Bandung dan Bali.

This is a Sidebar position. Add your widgets in this position using Default Sidebar or a custom sidebar.